Sepenggal Cinta diBumi Pasundan

                                                   
Senja kali dipinggiran laut
pangandaran kami saling
pandang
Bercerita tentang hamparan nan biru pantulan warna langit
Angin sepoi sepoi dan kami diam sejenak
Tak kusadari Aa memegang
tangan ku(ada getar yang beda)
Berlahan aa berbicara"Nda (aku cuma berucap dalem A) peristiwa apakah yang kau alami setelah hampir 24 purnama kita berpisah..?

Aku menjawab tak mudah Nda uraikan A setelah perahu cinta yang kita layari menuju dermaga terhantam riak kecil dilautan kehidupan

Nda tak mampu begitu
memaafkan A
(berlahan Aa memperhatikan
wajahku dan dia melihat ku
menangis tanpa peduli orang lalu lalang Aa mencium dan
merangkulku )
Ku tolak karena aku tak percaya
Apa yang tlah terjadi sedetik tadi

Aa terus membujuk diriku untuk jujur atas rasa yang selalu kami dendangkan
Bukan hal yang mudah untuk menjentawakan setelah ngarai terluka
Aku berjalan menyusuri bibir
pantai dan sesekali kakiku
bermain pasir tanpa sepengetahuan A
aku menenggelamkan wajahku pada sebuah pohon kelapa
Aku tak sanggup bila harus
mengetahui riak yang selama ini membuat airmata Sudahlah simpan saja sebagai kenangan pahit cinta ini
Tapi A selalu mengungkit tanpa mau peduli aku yang tlah tersakiti
Aa mengejarkanku dan berteriak memanggil namaku (Nda Aidahhhhhhhhhhh hhh...... Yesterday at 10:29pm · Like · Edit Kemuning Dilarik Langit
Lembayungsenja Lembayungsenja 7 minutes ago ·
Aa mengejarkanku dan berteriak
memanggil namaku (Nda
Aidahhhhhhhhhhh hhh.. Aku tak memperdulikanny a dan kucoba berjalan kembali
Tapi malang kakiku terkena
pecahan kulit kerang
Aku menjerit
ooooouuuucccchh hh Kuamati kakiku berdarah dan
tanpa kusadari Aa sudah
didepanku
Dan berkata(kunaon nda? ;atit g')
Dalam hati aku berucap sakit tau
ich tapi kuhanya diam dan kuperhatikan Aa membersihkan luka itu dan aku memeluknya
kemudian ku membisikkan kata (maafkan nda Aa,ternyata nda terlalu egois untuk bilang bahwa
nda masih menginginkan kebahagian atas hubungan ini.
Aa pun menjawab
Nda g'salah A lah yang membuat riak itu dan menguji seberapa
kuat nda berjalan dalam luka
cinta

Kami sama sama lena dalam kerinduan 24 purnama Bercerita bercanda dan tak terasa malampun tiba
Aa bertanya (ui yuck nda ka
bumi ?)*kebiasaan a kalau
ngobrol pake bahasa sunda padahal kadang aku gak tau* Kumenjawab pulang kemana ?
Nya pulang kerumah ibu lah
Emang mau disini ampe pagi
cinot A a gemes sambil nyubit hidungku Aku pun nyengir dan berdiri minta
digendong
Aa hanya tersenyum dan
menggendongku sampai parkiran motor
Aku turun dan bilang Nuhun Aa Kami pulang dengan keadaan cape tapi bahagia
Saat berboncengan ponselku
bunyi tak ku hiraukan karena aku tak ingin diganggu disaat sedang
dijalan
Aa menghentikan motor dirumah makan Pringsewu dan kami turun
untuk makan

Kita memesan makanan kesukaan
Setelah memesan kita mencari tempat duduk Sambil menunggu makanan
datang
Kita ngobrol diselingi permainan aksara yang lama tidak dilakukan
Ada bait yang membuyarkan
keraguanku dan kubertanya (Sampai dermaga mana A
mengarungi samudera tanpa
sampan cintaku)
Aa tersenyum dan membelai
kerudung ungu yang kukenakan
Ahh selalu dan selalu nda buat A mati skak
ba
tersenyum dan membelai
kerudung ungu yang kukenakan
Ahh selalu dan selalu nda buat A mati skak
Ha ha ha sambil tertawa aku jawab kan A selalu pindah dari pendopo satu kependopo yang lain walau dalam mayapadapun
Dengan muka serius A
memegang wajahku
Nda ,nda harus paham kenapa Aa meminta nda kembali pada A
karena Nda wanita kedua yang tlah meluluhkan petualangan cinta A
Ach jangan GR A kalau nda mau balikan lagi ma Aa
Dan kulepaskan tangannya yang
memegang wajahku dan ku taruh jari telunjuk dibibirnya saat mau menjawab kata kata ku
Karena makanan yang kami
pesan datang A mam dulu ea ntr dilanjutin
Ckckckck dasar cinot hanya kata itu yang keluar..
Share this article :

Posting Komentar

 

Copyright © 2013. Sajak Jingga Lembayungsenja